Wednesday, April 26, 2017

Akibat Pilkada Jakarta 2017 - Part 2

Yup melanjutkan cerita mengenai suasana pilkada jakarta 2017, kali ini pilkada sudah selesai dan pemenang pilkada pun sudah ada tetapi bagi mereka yang pendukungnya menang pun tetap masih terus melanjutkan gerilya share dan berkomentar di sosial media.


Sekarang lagi rame - ramenya berita mengenai 1000 buah karangan bunga ucapan terima kasih untuk ahok. Saya memantau di social media facebook dan menurut pantauan saya hampir 70% menerima pemberitaan tersebut dan sisanya nyinyir seperti biasanya, bahkan jika saya perhatikan 70% tersebut waktu pilkada kemarin ada yang mendukung Pak Ahok dan ada juga yang mendukung Pak Anies, ya tidak masalah, tetapi sisanya masih saja ada yang nyinyir. 

Nyinyiran pertama dari orang yang sebelumnya saya ceritakan di cerita sebelumnya, dengan gencarnya dia share mengenai pemberitaan karangan bunga adalah rekayasa atau suruhan atau apalah suka suka dia, setelah saya perhatikan sumber media onlinenya saya tidak familiar, dan begitu saya membaca di media online lain seperti kompas.com yang menjelaskan bahwa karangan bunga itu benar adanya dan bukan rekayasa melainkan simpatiknya warga kepada Pak Ahok yang selama ini menjabat sebagai gubernur jakarta.
Ya semua tentunya kembali lagi kepada si pembaca berita online, entah itu berita benar atau berita hoax. 
Setelah saya scroll ke timeline saya selanjutnya ada yang melakukan nyinyir kembali mengenai karangan bunga "kenapa gak disumbangkan saja uangnya, daripada buat membeli karangan bunga ?"

kalo menurut saya ya suka-suka yang mau ngasih karangan bunga lah, uangnya juga uang mereka. Apa urusannya ELO ? hehehe. ELO cuma bisa mengkritik aja deh.. hehehe

Oke misalkan duitnya tidak buat membeli karangan bunga dan disumbangkan, pasti orang - orang yang terbiasa nyinyir akan nyinyir kembali, mungkin bisa saja mereka bilang "ah itu pencitraan", dan sebagainya, "Ya allaaah tobaat deh.". karena dimata orang - orang yang hobi nyinyir perbuatan orang lain mau baik atau buruk tetap saja di nilai buruk.

Entah ya kenapa pilkada kali ini benar benar membuat orang - orang seperti ini. Saya pribadi melihat pemberitaan mengenai karangan bunga ini kita lihat dari sisi positif thinking saja, jangan negatif thinking, biasa aja... 

Pandangan saya mengenai pemberitaan karangan bunga, alhamdulilah para pedagang pedagang bunga mendapatkan rezeki dari allah dengan adanya orderan pembuatan karangan bunga ini entah siapa yang pesan dan tujuannya untuk apa setidaknya mereka mendapatkan orderan dan melakukan tugas jualannya, dan yang ke dua adalah apresiasi orang - orang terhadap kinerjanya Pak Ahok selama ini dinilai baik bagi para pengirim bunga, mungkin selama ini mereka ingin mengapresiasikan nya teapi tidak tau cara dan mungkin saat inilah waktu yang tepat untuk mengapresiasikan rasa terima kasihnya. 

Para pengirim karangan bunga, mungkin selama Pak Ahok menjabat menjadi Gubernur Dki Jakarta mereka merasakan dampak positifnya dan merasakan hasil kerjanya yang baik maka dari itu mereka ingin mengucapkan terima kasih. "Waduh kebanyakan mungkin ya saya nulis". Hehehe. ya kan saya hanya berpandangan positif saja terkait hal ini. Janganlah berfikiran negatif karena jika kita selalu berfikiran negatif takut timbul rasa benci, iri dan dengki didalam diri kita karena setau saya agama saya mengajarkan untuk tidak berburuk sangka kepada seseorang. "Menurut agama saya loh ya."

Saya mencoba membayangkan misalkan ada acara pernikahan, dan ada orang yang membeli karangan bunga untuk rekannya yang menikah tersebut sebagai tanda ucapan selamat, setelah itu ada orang lain yang kondangan dengan tidak membawa apa-apa bilang kepada si pengirim bunga "Daripada beli bunga mendingan duitnya sumbangin aja.". Menurut kalian jawaban si yang membawa bunga apa ? Ya pasti kan "Suka-suka gue lah, duit juga duit gue, kenapa elu yang repot ?"
Siapa tau si pengirim bunga memang orangnya suka bersedekah, laah kan kita gak tau, jadi daripada nyinyir mendingan kita diam, karena alangkah lebih baik diam daripada nyinyir :).

Sudahlah biasa aja, tidak usah terlalu banyak berkomentar dan mengkritisi, kalo kata anak-anak gaul "Ga Usah Keppo Laaah". hehehehe

Akibat Pilkada Jakarta 2017 - Part 2 Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Muhammad Hafid

0 comments:

Post a Comment

Terima kasih atas kunjungan dan partisipasinya.