Wednesday, April 26, 2017

Akibat Pilkada Jakarta 2017 - Part 1

wow.. amazing ya mengenai pilkada jakarta 2017 kali ini, saya sengaja curhat di blog saja, karena jika saya menuliskan cerita terkait pilkada jakarta 2017 di sosial media benar benar pada baper (Bawa Perasaan) yang ada nanti saya banyak di kritisi oleh para pakar pakar agama.


Saya tidak akan membahas mengenai siapa yang terpilih dan siapa yang dipilih, menuliskan kata kata itu saya jadi teringat oleh teman facebook saya yang menganjurkan saya untuk belajar agama mengenai aulia yang dipilih dan terpilih, saran untuk belajarnya sih tidak masalah, yang saya herankan sejak kapan di kantor lama tempat saya bekerja ada yang dijuluki sebagai "Syeh".??? Bingung kan ? saya tidak mau sebutkan namanya, cuma saya jadi bingung yang keblinger siapa, saya atau dia (yang menyuruh saya untuk belajar) ? 

Melihat kritisi komentar dari dia, saya cuma bisa tersenyum, karena semoga ilmu agama nya lebih baik dari saya, saya sangat paham dengan ilmu agama yang saya miliki memang belum sempurna maka dari itu saya masih sering mengikuti ceramah-ceramah di masjid / musholah yang saya dengar langsung dari para ustad dan pak haji :) Ceramah yang saya ikuti mulai dari ceramah seusai ba'da magrip dan ba'da shubuh. ;)

Alhamdulilah setelah saya resign dari rutinitas bekerja saya yang kemarin saya menjadi lebih sering sholat jamaah di masjid, dan ini menjadi nilai plus buat saya untuk terus berusaha beribadah jamaah.

Ini adalah salah satu cerita saja yang saya alami.

Okeh masih berlanjut ke cerita selanjutnya ya, disini saya juga merasa heran mengenai adanya kata kata "Boikot". Sempat saya membaca sebuah artikel di media online mengenai roti yang di boikot, tiba tiba datang komentar dari salah seorang teman facebook saya, kali ini datang dari teman yang sehobi dengan saya. Komentar nya cukup panjang yang intinya dia berbicara dengan saya "Lo ngerti arti boikot gak ?". setelah itu komentar ngalor ngidul dan malas untuk ambil pusing akhirnya saya unfriend.

Begitu banyak perubahan yang terjadi di pertemanan sosial media semasa pilkada, dan orang - orang menjadi lebih sensitif.

Ada hal yang saya mungkin kedengeran lucu, orangnya masih sama tapi saya tidak berkomentar dan hanya membaca statusnya saja. Didalam statusnya intinya dia sangat senang dengan terpilihnya pasangan pilkada jakarta 2017 dengan memberikan selamat dan di antara kata selamat ada kalimat akhir yang saya cukup bingung, kutipannya "kawal kesesuaian seluruh programnya, serta kita kritisi jika kebijakannya di luar dari visi dan misinya". Saya tidak mau mengomentari kutipan tersebut lah, namanya juga orang indonesia gemar mengkritisi, dan disini kita harus memahami bahwa setiap manusia mempunyai kekurangan dan kelebihan. Kalau yang menyerukan kalimat itu adalah orang yang aktif didunia politik sih mungkin gak masalah, kritisi lewat mana ? lewat demo ? demo aama siapa ente ? hehehee yasuwdahlah tidak usah dibahas kembali,

Tetapi dengan situasi pilkada jakarta 2017 ini, saya benar benar memahami karakter orang - orang, yang tadinya teman bisa-bisa di nyinyirin atau di sindir sindir, wah wah... bukannya kita mau memutuskan tali silaturahmi tapi alangkah baiknya terkadang saya lakukan unfriend terhadap teman-teman yang seperti itu supaya didalam diri saya tidak ada rasa dengki atau rasa marah bahkan rasa benci sekalipun.

Semoga membawa berkah untuk jakarta kedepannya.

Akibat Pilkada Jakarta 2017 - Part 1 Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Muhammad Hafid

0 comments:

Post a Comment

Terima kasih atas kunjungan dan partisipasinya.